Beban biaya import untuk kuantiti kecil

Harga barang menjadi mahal

Mengapa Impor Jumlah Kecil Terasa Mahal?

Biaya impor untuk kuantitas kecil sering kali membengkak karena adanya fixed costs (biaya tetap). Biaya seperti administrasi kurir dan batas minimum berat ongkir tetap harus dibayar penuh meskipun jumlah barang Anda sedikit.

1. Komponen Biaya Impor

  • Harga Barang (FOB): Nilai produk yang dibeli.
  • Freight: Ongkir internasional (biasanya mahal per kg untuk kurir udara).
  • Pajak (PDRI): Meliputi Bea Masuk (7,5%), PPN (11%), dan PPh (10-20%).
  • Handling Fee: Biaya admin gudang atau jasa kurir (Flat).

2. Simulasi Perhitungan (Kuantitas Kecil)

Contoh kasus: Import 10 unit casing HP dengan total harga barang $50.

Komponen Estimasi Biaya (IDR)
Harga Barang (10 pcs) Rp 785.000
Ongkir Udara (Min. 1kg) Rp 392.500
Pajak Impor & Admin Rp 532.754
Total Modal Keseluruhan Rp 1.710.254

Kesimpulan: Dampak Harga Jual

Harga beli asli: Rp 78.500/unit
Modal setelah impor: Rp 171.025/unit

Terjadi kenaikan modal sebesar 117%. Inilah alasan mengapa membeli barang sedikit membuat harga jual sulit bersaing dengan importir skala besar yang memiliki Economy of Scale.

Exit mobile version