Kemungkinan penjual tidak merespons chat saat pembeli menawar jauh di bawah harga pasar (sering disebut sebagai lowballing) sangatlah besar karena beberapa alasan etika dan efisiensi bisnis. Berikut adalah alasan utamanya:
- Dianggap Membuang Waktu: Penjual sering kali mengabaikan tawaran yang sangat rendah karena dianggap bukan calon pembeli yang serius atau hanya “perusak harga”.
- Prioritas Pelanggan: Penjual cenderung mendahulukan chat dari calon pembeli yang bertanya tentang ketersediaan stok atau yang menawar dengan harga yang masuk akal demi efisiensi operasional.
- Menjaga Marjin Keuntungan: Harga yang ditetapkan biasanya sudah memperhitungkan biaya operasional, modal, dan platform fee. Tawaran yang terlalu rendah bisa berarti penjual tidak mendapatkan untung atau bahkan rugi.
- Menghindari Negosiasi yang Melelahkan: Penjual yang sudah menetapkan “harga pas” (fixed price) sering kali memilih untuk memblokir atau mengabaikan penawar rendah guna menghindari perdebatan yang tidak produktif.
- Perlindungan Rating: Beberapa penjual tetap merespons dengan sopan meski menolak tawaran rendah agar performa atau persentase chat dibalas di marketplace tetap terjaga.
Etika Menawar di Marketplace
Untuk meningkatkan peluang mendapatkan respons, pembeli disarankan mengikuti etika berikut:
- Riset Harga Pasar: Pastikan tawaran Anda masih dalam rentang harga umum produk serupa.
- Tawar Sewajarnya: Hindari menawar di bawah 50% dari harga yang diminta kecuali ada alasan kondisi barang yang jelas.
- Tunjukkan Keseriusan: Sampaikan niat membeli segera jika harga disepakati (misalnya siap ambil hari ini atau langsung bayar).
Apakah Anda sedang berencana melakukan penawaran untuk barang tertentu dan ingin tahu cara bernegosiasi yang lebih efektif?