Blog

Menawar dibawah standar harga

Lowballing

Lowballing adalah sebuah istilah yang merujuk pada praktik memberikan penawaran awal yang sengaja dibuat sangat rendah atau sangat menarik untuk memancing persetujuan, sebelum kemudian mengungkapkan biaya tambahan atau kondisi sebenarnya yang kurang menguntungkan.
Berikut adalah penjelasan detail mengenai lowballing dalam berbagai konteks:

1. Lowballing dalam Negosiasi dan Jual Beli

Ini adalah penggunaan yang paling umum ditemukan dalam keseharian, seperti di Facebook Marketplace atau situs jual beli lainnya:
  • Perspektif Pembeli: Memberikan tawaran harga yang jauh di bawah nilai pasar atau harga yang diminta penjual. Tujuannya adalah untuk melihat seberapa jauh penjual bisa menurunkan harga atau untuk mendapatkan barang semurah mungkin.
  • Perspektif Penjual: Menawarkan barang atau jasa dengan harga “mulai dari” yang sangat murah untuk menarik minat pelanggan. Setelah pembeli berkomitmen, penjual akan menambahkan biaya-biaya tersembunyi (seperti pajak, biaya admin, atau fitur opsional yang sebenarnya penting) sehingga harga akhirnya menjadi jauh lebih mahal.

2. Teknik Psikologi (Compliance Tactic)

Dalam psikologi sosial, low-ball technique adalah strategi persuasi untuk mendapatkan kepatuhan seseorang:
  • Seseorang diajak setuju pada suatu permintaan yang terlihat ringan atau menguntungkan.
  • Setelah orang tersebut setuju dan merasa berkomitmen, tingkat kesulitan atau “biaya” dari permintaan tersebut dinaikkan.
  • Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung tetap menepati janji mereka karena sudah merasa terikat secara mental, meskipun syaratnya berubah menjadi lebih sulit.

3. Lowballing dalam Dunia Audit dan Akuntansi

Dalam konteks profesional seperti Kantor Akuntan Publik (KAP), lowballing memiliki arti yang lebih spesifik:
  • Definisi: Praktik menetapkan biaya audit (audit fee) yang sangat rendah pada tahun-tahun awal penugasan.
  • Tujuan: Untuk memenangkan kontrak dari pesaing (predatory pricing).
  • Risiko: Praktik ini sering dianggap kontroversial karena dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas audit atau mengancam independensi auditor, karena auditor mungkin merasa perlu mempertahankan klien dalam jangka panjang untuk menutup kerugian awal tersebut.

Contoh Sederhana

  • Dealer Mobil: Menawarkan mobil seharga Rp100 juta. Setelah Anda setuju membeli dan mengisi dokumen, mereka memberitahu bahwa harga itu belum termasuk biaya pengiriman, biaya persiapan, dan pajak yang totalnya menjadi Rp120 juta.
  • Jasa Freelance: Seorang klien menawar jasa desain logo yang biasanya Rp1 juta dengan harga Rp100 ribu (ini disebut pembeli melakukan lowballing).
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x